Minggu, 14 April 2013

makalah evolusi dan aneka warna ras manusia


I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
            Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam  dan hanyutan  genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi  lebih umum dalam  suatu populasi  dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang  mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik  merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ingin diajukan penulis pada makalah ini yaitu :
1.      Apa Pengertian Evolusi ?
2.      Bagaimana Perkembangan Biologi ?
3.      Apa Pemikir – pemikir pertama tentang Evolusi ?
4.      Bagaimana Evolusi Primata dan Manusia ?
5.      Bagaimana Persepsi pertama tentang manusia Pertama ?
6.      Bagaimana Aneka warna ras manusia ?
C. Tujuan
            Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengenal pengertian Evolusi.
2.      Untuk mengetahui Perkembangan Biologi.
3.      Untuk mengetahui Pemikir – pemikir pertama tentang Evolusi.
4.      Untuk  mengetahui Evolusi Primata dan Manusia.
5.      Untuk mengetahui Persepsi pertama tentang manusia Pertama.
6.      Untuk mengetahui aneka warna ras manusia.

D. Manfaat
            Hasil penulisan makalah ini diharapkan mempunyai teoritis dan manfaat praktif, sebagai berikut :
1.      Manfaat bagi Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang materi Evolusi Biologi dan Aneka Warna Ras Manusia.
2.      Manfaat bagi penulis sendiri selain untuk meningkatkan pemahaman penulis sekaligus juga sebagai salah satu syarat penilaian pada mata kuliah Antropologi Budaya

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Evolusi
            Evolusi adalah proses perubahan organisme dari bentuk lama ke bentuk baru, perubahan itu karena adanya perubahan gen. Gen adalah suatu bagian atau bagian – bagian DNA (deoxyribonucleicacdi) yang menjadi tanda sifat tertentu. DNA adalah substansi kimia yang membuat kromosom. DNA sanggup membuat replika dan sentesa protein, dan terdapat pada setiap sel badan dan membawa kode genetika. Pope (1984:3) menjelaskan evolusi organis merupakan anggapan yang dapat diperagakan dan dibuktikan bahwa semua organisme akan berubah dalam genetis, sebab adanya perubahan lingkungan secara anatomis, fisiologis dan ekeologis dari tingkah laku.
            Selanjutnya Pope (1984:57-76) menjelaskan pertumbuhan pemikiran evolusi biologi melihat pandangan manusia tentang perubahan organik dunia dari sudut fisik yaitu model statis tentang bumi yang berumur mud, yang dihuni oleh sejumlah tipe berkait satu sama lain, sehingga menjadi model yang dinamis. Akibat kondisi yang berubah – ubah maka akan terjadi seleksi kombinasi sifat –sifat variasi populasi organisme yang berevolusi. Mekanisme evolusi organik merupakan seleksi alamiah dan warisan genetik. Keduanya merupakan kekuatan terpenting dalam masa kini dan dahulu kala. Seorang ahli biologi evolusi modern tidak berpikir lagi konteks tipe atau sarinya, melainkan melihat dunia organik sebagai koleksi atau populasi yang unik yang baru secara individual. Jadi evolusi sebagai hasil sejumlah kekuatan tersebut bertindak sesuai dengan hukum – hukum tertentu, tetapi tidak diarahkan pada satu tujuan tertentu.
            Haviland (1988:33) menjelaskan proses evolusi terjadi melalui mutasi yang menghasilkan variasi keturunan, yang kemudian dipengaruhi oleh arus genetik atau perubahan frekuensi gen secara kebetulan dalam suatu populasi, lalu lintas / arus gen yaitu masuknya gen baru dari populasi lain dan seleksi alamiah, yaitu mekanisme adaptasi revolusi, yang terjadi melalui reproduksi yang menimbulkan perbedaan karena individu – individu yang mengandung gen dengan sifat adaptif mendapat lebih banyak keturunan ketimbang yang tidak mengandungnya. Haviland (1988:53-54) menjelaskan bahwa proses evolusi tidak mutlak harus dalam pertumbuhan yang berbentuk linear, tetapi evolusi juga dapat terjadi dalam bentuk divergen / bercabang dan konvergen yaitu kalau dua bentuk organisme yang berbeda mengembangkan persamaan – persamaan yang lebih besar.
B. Perkembangan Pemikiran Biologi
            Filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani memberi pandangan yang salah, namun berguna bagi para pemikir Eropa, Seorang filsup besar Yunani, Plato (427-347 SM ) mempopulerkan teori Socrates : ia mengatakan bahwa dunia indera (apa yang kita dengar, lihat rasa dan raba) merupakan tiruan tidak sempurna dari bentuk – bentuk idial dan mendasar, yang ada dalam pikiran Tuhan. Aristoteles (384-322 SM ) , ia percaya bahwa tuhan telah menciptakan dunia sebagai tempat yang teratur, tempat beraneka ragam benda berada dalam rangkaian secara selanjutnya dan mempunyai tujuan hidup. Ini berlaku untuk makhluk hidup (Pope, 1984:14-15).
            Selama seribu tahun, pandangan dunia klasik mampu menyatukan etika, filsafat, politik dan sains menjadi pandangan dunia yang manunggal. Bahwa bumi merupakan pusat dari alam semesta, sedangkan matahari, bintang, planet dan bulan mengelilingi bumi. Selain itu, Ptolomeus seorang filsuf Yunani memberi penguatan lagi tentang pentingnya hal yang diberikan Tuhan kepada manusia dan pentingnya tempat yang tuhan telah ciptakan secara hati – hati untuk manusia. Sehingga ada satu kesatuan  eksistensi bahwa Tuhan, gereja, negara dan alam bersatu tetapi pada abad II sesudah masehi, ada pengamatan dan pengukuran yang lebih terperinci menghasilkan bukti – bukti yang bertentangan  dengan pengukuran/ kebenaran menurut negara dan gereja sehingga banyak ilmuwan yang dianggap murtad dan melawan negara dan agama mereka dipaksa untuk meninggalkan pandangan/pemikirannya, bagi yang tidak mau mereka dijatuhi hukuman mati.
            Tokoh – tokoh filsuf yang dianggap murtad adalah Copernicus. Yang kalkulasinya menunjukkan : planet – planet dan bumi sebenarnya mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya. Gallileo, juga menguatkan kalkulasi tersebut dengan observasinya yang dibantu dengan alat penemuan baru: Teleskop. Selain itu, hasil karya ahli anatomi (Harvey, Vasaleus dan Galen) dan para ahli matematika (Kepler, Newton, Descarate, dll) mulai memberikan penjelasan yang lebih mekanis, yang tidak memerlukan penjelasan adanya kekuasaan pencipta luar dalam pembentukan alam semesta (Pope, 1984:16).
            Selanjutnya Pope (1984: 16-17) menjelaskan hal yang lebih menarik untuk diketahui adalah adanya penyelidikan – penyeledikan ilmiah oleh gereja dan dikuatkan oleh Eksplorasi dunia dan banyak ahli pemikir biologi yang cemerlang pada abad 17,18 dan ke 19 ternyata muncul dari kalangan teolog dan orang – orang yang sangat beriman  (termasuk C. Darwin). Mekanika merupakan suatu ilmu baru Natural Theology yang dapat menjadi penguatan (iman) tentang kesempurnaan ciptaan Tuhan.  Masalah – masalah utama tentang eksistensi organisme – organisme yang sebelumnya tidak diketahui, menjadi jelas dan dan semakin besar kesadaran manusia akan adanya species – species. Dunia baru yang berbeda diciptakan dengan rancangan yang sama seperti pada species – species yang sebelumnya telah diketahui. Hal ini dianggap sebagai bukti tambahan akan adanya “mata rantai makhluk hidup” Hasil karya seorang teolog alam: John Ray (1627-1705) menguatkan interprestasi ala Aristoteles yang mendasar mengenal dunia. Hal ini menjadi latar belakang peletakan kerangka dasar pemikiran pada perkembangan selanjutnya. Yang memungkinkan para biolog mengatur dunia yang semakin “meluas” secara teratur dan sistematis, sehingga bisa menampung penemuan – penemuan baru.
C. Pemikir – Pemikir Pertama tentang Evolusi.
Pemikir  - pemikir pertama tentang Evolusi yaitu
1.      George Leclere buffon (1707-1780) berpendapat bahwa binatang memang mempunyai kecenderungan untuk melepaskan diri dari tipe – tipe aslinya sesuai dengan perjalanan waktu. Perubahan ini karena adanya gradasi bentuk secara bertahap, ia memberi contoh perubahan karena kawin silang.
2.      Jean Babtis Lamarck (1744-1829), ada mekanisme spesifik dalam trans-mutasi (evolusi) organisme (perubahan bentuk dalam organisme) yaitu binatang berubah sesuai dengan tuntutan alam sekelilingnya. Dia berteori “Acquired Characteristik” (karakteristik yang didapat sesuai dengan tuntutan alam) mengatakan kemampuan /penyesuaian dari suatu organisme yang didapat semasa hidupnya dapat diturunkan pada keturunannya, selain itu, dalam prinsip yang sama juga dapat diterapkan bagaimana binatang dengan nenek moyang yang sama bisa tersebar ke alam lain dan berubah untuk memenuhi tuntutan alam sekitarnya.
3.      George Cuvir (1769-1832), dia percaya bahwa fosil mengatakan kepada kita bagaimana binatang di masa lalu sangat berbeda dengan binatang yang ada pada jamannya. Teorinya “ Catastrophism” (kekacauan) Cuvir percaya bahwa Tuhan sebagai penyebab terjadinya perubahan dan kepunahan. Dia mencontohkan “banjir jaman Nabi Nuh” Cuvir percaya bahwa Tuhan telah menghancurkan bumi dan menciptakan kembali beberapa kali. Setiap kali mata rantai makhluk hidup diciptakan. Pada saat itu juga bentuk baru ‘lebih disesuaikan’ dengan alam sekelilingnya, tidak seperti nenek moyangnya.
4.      Charles Lylell (1797-1875), hasil karyanya : Principles of Geology 1830/1833. Merupakan permulaan dari berakhirnya teori – teori ini yang mengikutsertakan campur tangan yang maha kuasa serta metafisik sebagai kekuatan yang membentuk dunia. Dia menunjukkan sejumlah bukti – bukti geologis dan paleontologis untuk mendukung teori uniformitarianisme.
5.      Charles Darwin (1809- 1882) buku pertama terbit 1859 : The Origin of Species menjelaskan bahwa evolusi melalui seleksi alamiah, ia menerangkan bahwa terjadi perubahan –perubahan di dalam jenis (species) dan lahir jenis – jenis baru sebagai peristiwa yang sama sekali alamiah. Seleksi alamiah sebagai proses evaluasi yang menyebabkan lingkungan menimbulkan tekanan yang memilih beberapa individu saja untuk memproduksi generasi berikutnya. Dalam proses tersebut frekuensi gen dengan sifat- sifat yang merugikan atau kurang dapat menyesuaikan diri menjadi lebih kecil dan frekuensi gen dengan (yang mempunyai) sifat- sifat adaptif bertambah besar. Selain itu ada seleksi stabilitas yang pengaruhnya melancarkan perubahan dalam kelompok gen populasi. Ada persaingan antara anggota – anggota yang berjenis kelamin sama untuk mendapat lawan jenisnya. Yang kalah bersaing tidak mati, melainkan kurang mempunyai keturunan , atau tidak mempunyai keturunan sama sekali.
            Koentjaraningrat (1985: 67-68) menyatakan para ahli biologi menjelaskan dalam proses evolusi biologi dipengaruhi oleh adanya perubahan – perubahan genotipe yang diwarisi dan efektivitasnya dalam kelompok gen populasi.
Mekanisme perubahan – perubahan gen itu disebabkan oleh :
1.      Mutasi adalah perubahan seketika pada kode genetika dengan perantaraan penghapusan, tambahan atau pergantian, yang merupakan sumber tertinggi dari variasi (Pope, 1984:57-58). Sedangkan Haviland (1985: 42-43) menjelaskan ada faktor – faktor yang dapat meningkatkan ratio terjadinya mutasi, antara lain bahan – bahan kimia seperti : bahan pewarna / bahan pengawet makanan, antibiotik, atau pengaruh lain misal sinar ultraviolet, sinar X/laser, dan radioaktif.
2.      Seleksi alam adalah proses evaluasi yang faktor dalam lingkungan menimbulkan tekanan yang memberi keuntungan lebih besar kepada individu – individu lain untuk memproduksi generasi berikutnya Haviland, (1985:45-48). Menurut Pope (1984:32) menyatakan untuk mengerti pengamatan dan kesimpulan yang terkandung dalam teori seleksi alam sebagai berikut :
1.    Observasi
2.    Teori seleksi alam
3.      Adaptasi adalah suatu proses penyesuaian organisme berhasil dengan baik dengan lingkungan yang ada, dan hasil proses tersebut adalah ciri – ciri organisme yang menyebabkan mereka cocok dengan perangkat khusus  pada kondisi lingkungan mereka berada. (Haviland: 1988:45-48). Sebagai akibat dari seleksi alam, populasi yang tidak punah biasanya menjadi lebih cocok dengan lingkungan. Popep (1984) mengartikan adaptasi sebagai proses penyesuain suatu populasi terhadap lingkungan dan tempat.

D. Evolusi Primata dan Manusia
1.    Asal mula kehidupan
            Pope (1984:105-119) menjelaskan kehidupan di bumi berevolusi dengan cara bereaksi terhadap perubahan kondisi geologi. Alfred Roman seorang paleontolog, menjelaskan bahwa alam telah menghasilkan sejumlah model eksperimental yang dapat menyesuaikan diri dengan bumi yang selalu berubah. Yang perlu kita ketahui adalah pengertian tentang bermacam tingkat yang berevolusi. Banyak dari tingkat ini belum secara sempurna diwakili oleh taxa hidup yang memberikan bukti terperinci tentang fungsi adaptasi dari bentuk – bentuk fosil.
            Dalam 500 juta tahun terakhir kita telah menelusuri evolusi vertebrata (hewan bertulang belakang) dan melihat muncul di laut dan akhirnya menguasai daratan. Pada masa itu permulaan masa paleo-zolkum (570-225 juta tahun) semua masih tergabung dua benua besar yaitu Utara disebut Laurasia (Amerika Utara dan Eurasia) dan benua selatabn disebut Gondwana (Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan Antartika). Organisme – organisme bereaksi terhadap lingkungan ini melalui satuan tahap organisasi evolusi yang baru. Haviland (1988:108) menyatakan bahwa mamalia dengan temperatur tubuhnya yang konstan, ia dapat aktif terus sepanjang waktu, sedang reptil menjadi lesu bila temperatur lingkunganya tidak tepat. Selain itu mamalia mengurus anakya mengurusi dirinya sendiri.
            Masa mesozoikum (225-65 juta tahun ) reptil terus menyebar dan dinosaur pertama muncul. Pada zaman jura, dinasaur menjadi binatang darat yang dominan.  Dinasaur mulai punah dan burung menyebar sampai sekarang. Selama lebih dari 200 juta tahun vertebrata bertelur merupakan bentuk hidup di darat dari rantai kehidupan. Kemudian mamalia mengembangkan sistem berproduksi yang lebih efisien dan terpusat pada pemeliharaan sebelum kelahiran dan pertumbuhan sesudah kelahiran yang lebih baik.
            Akhirnya dinosaur punah dan mamalia yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap dengan baik untuk menghadapi kesulitan dalam dunia yang selalu berubah, menjadi binatang darat yang dominan . radiasi pertama, tidak memuncak dalam bentuk statis , melainkan menjadi dasar untuk penyebaran selanjutnya yang menjadi adanya keanekaragaman mamalia yang kita ketahui saat ini. Pada masa kenozoikum (65 juta tahun s/d kini), benua – benua terus terpisah semakin menjauh, hampir menuju posisi sekarang. Iklim di banyak tempat di dunia semakin menuju ke musim sejalan dengan pergerakan benua. Sebagai reaksi dari perubahan iklim, burung – burung, tanaman, dan serangga mulai beradaptasi penyebaran yang terus berlangsung hingga kini. Pada masa Paleosen perkembangan dan penyebaran primata menjadi mapan, yang pada satu waktu kelak melahirkan genus homon. Penyebaran ini merupakan karakteristik kehidupan di atas bumi.
2. Evolusi Primata
            Pope (1984:126- 133) menjelaskan primata dibagi dua tahap dasar adaptasi yaitu prosimia dan anthropoidea. Primata hidup tidak secara sempurna , merupakan wakil dari tahap – tahap primata yang sudah punah , karena mereka telah mengalami evolusi anargenik sendiri sejak mereka memisahkan dari nenek moyangnya. Jadi mereka memberikan suatu pertunjuk tingkah laku dan ekologis yang bermanfaat, yang dapat dipergunakan untuk melengkapi catatan fosil dalam menkonstruksi evolusi primata.
            Primata prosimia awal mungkin lahir dari cretaceous insektivora dan secara cepat memantapkan trend primata mendasar yang dikembaangkan oleh evolusi selanjutnya selama dua senozoikum. Catatan primata tertua ditemukan di Amerika Utara dan Eropa. Ada kemungkinan besar primata anthropoid menyebar ke Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Sebagian dari penyebaran itu melalui menyeberangi laut.
            Secara garis besar perbedaan prosimia dengan anthropoid berhubungan dengan kerumitan evolusi yang lebih besar pada grup –grup sesudahnya. Adaptasi ini terjadi sebagai akibat aktivitas sebagai kelompok. Anthropoid adalah mamalia yang sangat pintar, ini tercemin pada rasa ingin tahu, masa anak yang leebih panjang, dan sifat sosial yang tinggi pada primata.
            Koentjaraningrat, (1985 70-75) menjelaskan makhluk pertama dari suku primata muncul di bumi sebagai mamalia kira – kira 70 juta tahun yang lalu pada zaman Paleosen. Pada yang sangat lama sekali terjadi percabangan berbagai suku dan infrasuku khusus. Koentjaraningrat dalam evolusi primata membagi dalam empat cabang , cabang evolusi diantaranya :
1.      Cabang pertama adalah keluarga kera pongid sebagai sebagai kera – kera besar dari keluarga Hominid nenek moyang manusia.
2.      Cabang kedua, pada awal Miosen kira – kira 20 juta tahun yang lalu pada zaman Miosen munculnya Pongopygmeus atau orangutan. Pada akhir zaman miosen terjadi perubahan bumi dan iklim sangat dahsyat yang memisahkan daerah Asia dan Afrik, perubahan ekologi yang mempesempit hutan rimba, dan terjadi  sabana di Afrika Timur, gurun padang pasir di Arab, serta berkurangnya daerah hutan rimba di Afrika timur. Karena orangutan  tidak beradaptasi dengan perubahan lingkungan alam itu sehingga orangutan  semakin menghilang dan sisa-sisanya  ditemukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
3.      Cabang Ketiga terjadi pada zaman Miosen (10 juta tahun yang lalu), munculnya kera raksasa yang lebih besar daripada kera Gorila yang hidup sekarang . fosil – fosil makhluk ini ditemukan di bukit siwalik di kaki gunung Himalaya, Simla ( India Utara, Hongkong dan di lembah bengawan solo jawa tengah disebut Gigantanthropus (kera manusia raksasa) Pope (1984:165) menyebut Gigantopithcus sebagai hominid yang menyimpang dan sudah punah.
4.      Cabang keempat, adalah kera pongid (gorila dan chimpanze) kira- kira 12 juta tahun lalu atau pada zaman akhir Miosen. Kedua jenis ini berasal dari Afrika. Mereka beradaptasi dengan alam lingkungannya, sehingga mereka dapat hidup di atas pohon atau di daratan dan ditemukan di Afrika Timur timbul evolusi makhluk gigantanthaopus sebelum kera- kera manusia raksasa hilang.
            Haviland (1988:108-116) menyatakan evolusi primata dibagi menjadi lima tingkat perkembangan, yaitu Primata Paleocen, Primata Eocen, Monyet dan Kera Oligocen, kera Miocen dan Ramapithecina.
1.      Primata Paleocen, binatang primata pada zaman paleocen (65 juta tahun lalu) ini disebut Plesiadepapis, sejeniss tupai pohon yang hidup di dahan – dahan pohon hutan tropis, mereka makan biji – bijian dan serangga, moncongnya panjang dan runcing, telinganya kecil, pergelangan kaki dapat diputar menghadap satu sama lain, sehingga binatang ini pandai memanjat pohon dan jari – jarinya mudah digerak - gerakkan dan cocok untuk memegang memiliki kuku yang panjang. Plesiadapis berasal dari Amerika Utara dan Eropa, binatang in bukan satu – satunya binatang primata pada jamannya , tetapi yang paling terkenal dari jenis primata lainnya.
2.      Primata Eocen, zaman Eocen (35-38 juta tahun yang lalu) iklim di bumi panas dan basah. Muncul banyak bentuk primata baru yang mirip dengan lemur dan tersier yang mendiami bermacam – macam ceruk ekologis yang ada. Banyak bentuk fosil ditemukan di Amerika Utara.
3.      Monyet dan Kera Oligocen, jaman Oligocen (35-23 juta tahun yang lalu) sebagai awal pemisahan benua Amerika Utara dari Eropa, dan Iklim di Daerah – daerah utara sudah dingin dan kering, sehingga secara efektif memisahkan primata di benua Baru dengan primata benua lama.
4.      Kera Miocen, jaman Miocen (23 - 35 juta tahun yang lalu) perkembang biakan dan penyebaran kera ke berbagai bagian benua lama di sabuk hutan – hutan yang melingkar dari Afrika Timur  dan masuk ke Asia.
5.       Ramapithecine, yang hidup 15 juta tahun yang lalu. Fosil jenis primata ini pertama kali dijumpai di Siwalik oleh G.E. Lewis pada tahun 1932.berdasarkan bentuk anatomi sivapithecus sangat dekat dengan pongo  dan ramapithercusgracile dari Afrika dan Asia adalah nenek moyangnya yang lebih pantas untuk simpanse, Gorila-hominid (Haviland, 1988: 114-117).
3. Bentuk – bentuk Manusia Tertua ( HOMINIDAE)
            Pope (1984: 177-180) menyatakan bahwa pengertian hominidae dapat dibedakan berdasarkan konsep tingkah laku dan berdasarkan anatomi. Definisi homonid yang didasari tingkah laku mengacu terhadap hominid modern, yang menitikberatkan mengenai penggunaan perkakas dan kebudayaan.
Kebudayaan tertua diwujudkan dalam bentuk peralatan kerja. Haviland (1988: 130-131) menyatakan pembuatan dan penggunaan alat – alat menunjukkan perkembangan otak yang lebih efisien. Karena alat itu dibuat dengan bermacam – macam bentuk keperluan berbeda seperti memotong, mengiris, menghancurkan, menggaruk dan sebagainya. ini meliputi sejumlah tahap yang menuntut adanya koordinasi yang maju antara mata dan tangan.meskipun ada makhluk lain yang menggunakan alat, tetapi manusia adalah pembuat alat yang paling kreatif dan imajinatif di antara semua makhluk.
Pengertian Hominidae menurut konsep anatomi ada 4 pendapat yaitu :
1.      Pengertian yang berpusat pada kemampuan yang ada hubungannya dengan otak. Otak yang besar,kecerdasan, dan kebudayaan adalah sifat – sifat yang jelas , sehingga otak besar dipandang sebagai suatu sifat nenek moyang hominidae.
2.      Pendapat yang berdasarkan kerangka anatomi hominid. Pendekatan pemikiran ini ternyata sulit diterima , karena hominid merupakan makhluk yang bersifat umum dan kerangka anatomi serupa dengan hominid.
3.      Dalam jangka waktu yang lama, ada pendapat cara yang baik untuk mengetahui hominid adalah melalui gigi dan rahang. Para ahli antropologi makin banyak mempelajari tentang gigi dan tulang rahang, mereka menyadari bahwa bentuk gigi taring yang lebih kecil dan rahang tang menyempit dengan bentuk tertentu, ini bukan ciri –ciri yang dapat dianddalkan untuk ciri khas hominid.. sehingga sekarang orang mulai mempertanyakan status ramapithercu sebagai hominid pertama.
4.      Pendapat yang berdasarkan pemikiran anatomi modern, yang menyatakan hominid sebagai primata yang berjalan tegak dengan menggunakan dua kakinya.
            Faktor utama yang menyebabkan suksesnya hominida purba adalah dikembangkannya kerjasama secara teratur dalam mencari makan. Hominida laki – laki menyediakan sebagian besar dari bahan makanan berupa daging yang dibutuhkan, sedang bagi yang perempuan melanjuttkan mengumpulkan bahan makanan, seperti yang dimakan primata lainnya.

E. Persepsi Masyarakat tentang Manusia pertama
            Dalam masyarakat paling tidak ada tiga pandangan tentang pengetahuan dengan konsep asal manusia pertama di dunia yaitu :
1.      Cerita rakyat, hampir semua suku bangsa di dunia mempunyai cerita suci (mitos/mite) dan legenda yang menceritakan asal – usul manusia pertama dalam suku bangsanya sebagai nenek moyangnya yang menurunkan mereka seperti sekarang berada ini.  Bahkan ada suku bangsa yang tidak mempunyai mitos tentang sejarah keberadaan mereka. “Serat babad tanah jawa” sebagai mitos yang menceritakan sejarah asal – usul manusia di dunia ini adalah nabi Adam, kemudian menurunkan para nabi dan akhirnya menurunkan raja – raja jawa. Sehingga menurut silsilah raja – raja jawa dan sampai pada masyarakat jawa sekarang adalah keturunan nabi Adam.  
2.      Agama, dengan dasar pemikiran bahwa “kebenaran” ada didasarkan pada kepercayaan dan keyakinan yang diwahyukan tuhan. Menurut kitab suci dan semua agama yang mengajarkan bahwa “ manusia pertama adalah adam. Semua umat yang beragama sangat percaya dan yakin hal ini adalah benar dan itu perlu pembuktian.
3.      Studi Ilmiah, dasar pemikiran sesuatu itu dikatakan “benar dan ada” didasarkan tidak percaya. Sebab kebenaran itu harusdapat dibuktikan secara empiris, dengan melakukan pembuktian melalui penelitian ilmiah dengan menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan bidang disiplin ilmu lainnya.
            Homo sapiens ada berdasarkan hasil evolusi biologi, yang memakan waktu jutaan tahun dan berevolusi secara bertahap. Ini berdasarrkan penemuan – penemuan dan penelitian tentang fosil-fosil dan artefak yang ditemukan di berbagai daerah pada lapisan – lapisan bumi yang sama. Sehingga mereka dapat menempatkan jenis – jenis hewan/biologi dengan urutan pemunculan di dunia secara benar dan secara rinci mereka menjelaskan tentang evolusi organik yang menghubungkan perubahan – perubahan urutan organisme menuju geofisik dalam lingkungan.
F. Aneka Warna Ras Manusia
            Manusia yang tersebar di seluruh permukaan bumi dan berbagai macam kondisi alam, menunjukkan suatu aneka warna yang secara fisik terlihat nyata. Ciri-ciri lahir seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, dan sebagainya menunjukkan bahwa aneka warna tersebut terlihat secara jelas dan menyebabkan timbulnya pengertian “ras”. Dengan demikian, ras disini merupakan suatu golongan manusia yang menunjukkan berbagai ciri tubuh yang tertentu dengan suatu frekuensi yang besar. Dalam sejarah bangsa-bangsa, konsepsi mengenai ras banyak menimbulkan kesalahpahaman. Salah paham akhirnya tersebut pada akhirnya mengacaukan ciri-ciri ras (yang sebenarnanya harus dikhususkan pada ciri-ciri jasmani semata), dengan ciri rohani. Lebih dari itu, salah paham tersebut memberi penilaian tinggi-rendah pada ras-ras berdasarkan tinggi-rendah rohani dari ras itu.
1. Metode-Metode Untuk mengklasifikasikan Aneka Ras Manusia
            Untuk mengklasifikasikan aneka warna ras manusia di dunia, para sarjana terutama memperhatikan ciri lahir (ciri morfologi) yang terdapat pada tubuh individu. Ciri-ciri morfologi itu yang dalam praktik merupakan ciri-ciri fenotipe, terdiri dari dua golongan, yaitu:
          1) ciri-ciri kualitatif (warna kulit, bentuk rambut, dsb.), dan
          2) ciri-ciri kuantitatif (seperti berat badan, ukuran badan, dsb).
            Selain ciri morfologi, ada juga metode yang mengklasifikasikan aneka ras dengan filogenik. Metode ini tidak hanya menggambarkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antar ras, tetapi juga menggambarkan hubungan asal-usul antar ras serta percabangannya. Untuk membangun suatu klasfikasi berdasarkan filogenik, diperlukan pengetahuan mengenai ciri-ciri genotipe. Ciri-ciri genotipe dapat diketahui pada gen yang tidak mudah diubah oleh pengaruh proses-proses mutasi, seleksi, dan sebagainya. Seperti gen untuk golongan darah, gen untuk tipe darah, dan lainnya.
2. Klasifikasi Aneka Ras Manusia
            Klasifikasi yang berasal dari para sarjana terkenal masih berdasarkan metode-metode morfologikal yang lama karena metode klasifikasi baru yang berdasarkan frekuensi gen masih dalam taraf pengembangan dan belum dilakukan secara luas. Para sarjana tersebut mempergunakan salah satu ciri tertentu sebagai dasar klasifikasinya, seperti klasifikasi C. Linnaeus (1725) yang mempergunakan warna kulit sebagai ciri terpenting, klasifikasi J.F.blumenbach (1755) yang mengkombinasikan ciri-ciri morfologi dengan geografi, klasifikasi J. Deniker (1889) yang memakai warna dan bentuk rambut. Selain itu, metode-metode yang mempergunakan unsur-unsur filogenik baru tampak sekitae 30 tahun yang lalu, dan yang paling terkenal adalah metode E. Von Eickstedt dan metode E.A. Hooton.
3. Organisme Manusia
            Perbedaan Organisme Manusia dan Organisme Binatang, mahluk manusia adalah mahluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organism yang secara biologis sangat kalah kemampuan fisiknya dengan jenis-jenis binatang berkelompok yang lain. Walaupun demikian otak manusia telah berevolusi, otak manusia telah dikembangkan oleh bahasa tetapi juga mengembangkan bahasa. Bahasa menyebabkan bahwa manusia tidak hanya dapat belajar secara kongkret peristiwa yang bersangkutan dengan keadaan-keadaan tadi, tetapi juga secara abstrak tanpa menyelami sendiri peristiwa tersebut. Dengan demikian bahasa manusia itu mengabstraksikan dan menyimpan tiap pengetahuan baru ke dalam lambang vocal atau kata-kata baru, yang makin lama makin menjadi banyak jumlahnya. Dengan bahasa pula, pengetahuan manusia selama berpuluh-puluh ribu generasi sejak zaman mahluk induk Australopitcheus berkeliaran di daerah daerah sabana di Afrika selatan hingga sekarang itu. Kemampuan organism memang terbatas jika di bandingkan dengan mahluk lain. Kemampuan dari pada semua pancainderanya menyebabkan bahwa ia tidak dapat lari, loncat, memanjat pohin, menyelam dalam air ataupun terbang, tapi walaupun demikian kapasitas otaknya yang unggul yang berupa akal, menyebabkan ia dapat mengembangkan system pengetahuan yang menjadi dasar dari kemampuannya untuk membuat macam-macam alat hidup seperti senjata, alat-alat produksi, alat-alat berlindung, alatalat transport dan sebagainya serta sumber-sumber energy lain. Peralatan hidup dan system tekhnologi manusia inilah yang menjadi penyambung dari keterbatasan kemampuan organismenya.
            Dengan adanya pengaturan antara individu-individu dalam kelompok dan dengan adanya peralatan hidup, maka cara mahluk manusia mencari dan memproduksi pangannya dilakukan juga dengan system-sistem tertentu di mana terdapat pembagian kerja antara berbagai tahap atau tekhnik memproduksi pangan dan peralatan hidupnya. Dengan demikian manusia sejak dahulu kala telah menciptakan atau memiliki system dalam hal mata pencaharian hidupnya,yaitu system ekonomi. Kemampuan otak manusia untuk membentuk gagasan dari konsep-konsep dalam akalnya menyebabakan bahwa manusia dapat membayangkan dirinya sendiri sebagai suatu identitas tersendiri, lepas dari lingkungan dan alam sekelilingnya. Kemampuan ini merupakan dasar dari kesadaran identitas diri dan kesadaran kepribadian diri sendiri. Suadah tentu banyak binatang yang mempunyai identitas diri, namun kesadaran itu tidak setajam yang dimiliki manusia, karena manusia juga mempunyai kemampuan untuk membayangkan dengan akalnya peristiwa-peristiwa yang mungkin dapat terjadi terhadapnya, baikk yang bahagia dan menyenangkan, maupun yang sengsara dan menakutkan, rasa takut terbesar adalah rasa takut terhadap peristiwa yang ia sadari pasti akan terjadi padanya, ialah tibanya maut. Keasadaran akan tibanya maut inilah yang merupakan salah satu sebab timbulnya suatu unsure penting dalam kehidupan manusia, yaitu religi.
            Kehidupan manusia juga berbeda dengan kehidupan organism binatang dengan adanya pula penyambung hasratlamiahnya untuk keindahan, akal manusia mengadakan suatu reaksi yang sadar dan kreatif, sehingga menjadi suatu unsure khas dalam hidupnya, yaitu kesenian. Walaupun manusia memang kalah kemampuannya dengan banyak jenis binatang jenis berkelompok lainnya namun kemampuan otaknya, yang kita sebut dengan akal budi itu, telah menyababkan berkembangnya system-sistem yang dapat membantu dan menyambung keterbatasan kemampuan organismenya itu, keseluruhan dari system-sistem tersebut yaitu Sistem perlambangan vocal atau bahasa.
-          Sistem pengetahuan.
-          Organisasi sosial
-          Sistem peralatan hidup dan tekhnologi
-          Sistem mata pencaharian
-          Sistem religi
-          Kesenian
            Hal tersebut merupakan kebudayaan. Kebudayaan manusia tidak terkandung dalam kapasitas organismenya, artinya tidak tertentukan dalam system gennya, berbeda dengan kemampuankemampuan organisme binatang. Manusia harue mempelajari kebudayaannya sejak ia lahir, selama seluruh jangka hidupnya, hingga saatnya mati, semua dengan jerih payah, walaupun demikian, dengan kebudayaannya manusia dapat menjadi mahluk yang paling berkuasa dan berkembang biak paling luas di muka bumi ini.
            Pendapat A.L Kroeber yang diutip koentjaraningrat (1985: 94) menjelaskan bahwa ras – ras manusia di dunia dapat digolongkan empat ras penting dan selain itu ada  empat ras lainnya yang digolongkan dalam ras  khusus . pembagian ras tersebut adalah:
1.      Ras Australoid. Penduduk asli Australia suku aborigin
2.      Ras mongoloid
1.    Asiatic mongoloid : Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur.
2.    Malayan Mongoloid : Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Philipina, dan Penduduk asli Taiwan.
3.    America Mongoloid : penduduk asli benua Amerika Utara dan Selatan dari orang eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Fueego di Amerika Selatan
4.      Ras caucasoid
1.    Mordie : eropa utara sekitar laut baltik
2.    Alpine : eropa tengah dan timur
3.    Medeterranean : penduduk sekitar laut tengah, afrika, iran, arab dan armenia
4.    Indie : pakistan, bangladesh, India dan Sri Langka
5.      Ras negroid
1. African Negroid : Benua Afrika
2. Negrita : Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, dan Philipina.
3. Melanesian : Irian dan Melanesian.
6.      Ras – Ras khusus
1. Bushman : di daerah Gurun Kalahari di Afrika Selatan
2. Veddoid : di Pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan
3. Polynesian : Di Kepulauan Mikronesia dan Polynesia.
4. Ainu : di pulau Karafuto dan Hokkaido di Jepang Utara.

III. PENUTUP
A. Kesimpulan
1.      Evolusi adalah proses perubahan organisme dari bentuk lama ke bentuk baru, perubahan itu karena adanya perubahan gen. Gen adalah suatu bagian atau bagian – bagian DNA (deoxyribonucleicacdi) yang menjadi tanda sifat tertentu. DNA adalah substansi kimia yang membuat kromosom.
2.      Hal ini menjadi latar belakang peletakan kerangka dasar pemikiran pada perkembangan selanjutnya. Yang memungkinkan para biolog mengatur dunia yang semakin “meluas” secara teratur dan sistematis, sehingga bisa menampung penemuan – penemuan baru
3.      Charles Darwin (1809- 1882) buku pertama terbit 1859 : The Origin of Species menjelaskan bahwa evolusi melalui seleksi alamiah, ia menerangkan bahwa terjadi perubahan –perubahan di dalam jenis (species) dan lahir jenis – jenis baru sebagai peristiwa yang sama sekali alamiah.
4.      Alfred Roman seorang paleontolog, menjelaskan bahwa alam telah menghasilkan sejumlah model eksperimental yang dapat menyesuaikan diri dengan bumi yang selalu berubah.
5.      Haviland (1988:108-116) menyatakan evolusi primata dibagi menjadi lima tingkat perkembangan, yaitu Primat Paleocen, Primata Eocen, Monyet dan Kera Oligocen, kera Miocen dan Ramapithecina.
6.      Definisi homonid yang didasari tingkah laku mengacu terhadap hominid modern, yang menitikberatkan mengenai penggunaan perkakas dan kebudayaan.
7.      Dalam masyarakat paling tidak ada tiga pandangan tentang pengetahuan dengan konsep asal manusia pertama di dunia yaitu : cerita rakyat, Agama dan Studi Ilmiah.
8.      Evolusi Primata dan manusia ada empat yaitu asal mula kehidupan, evolusi primata, bentuk – bentuk manusia tertua dan aneka warna ras manusia.
B. Saran
Kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi salah satu referensi dan pengetahuan untuk mengetahui lebih dalam tentang evolusi. Dan untuk lebih menyempurnakan makalah ini kami berharap saran dan masukan dari para dosen dan mahasiswa sekalian untuk perbaikan makalah ini ke depan.

DAFTAR PUSTAKA
            Fathoni Abdurrahmad. 2004. Antropologi Sosial Budaya. Jakarta: Rineka Cipta
                        Harsojo. 1984. Pengantar Antropologi. Cetakan kelima. Jakarta: Rineka Cipta.
                        Ihromi,T.Q. 2006. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan obor Indonesia
            Koetjaraningrat. Edisi revisi 2009. Pengantar ilmu antropologi. Jakarta : Rineka Cipta
            Sapardi. 2004. Pengantar Antropologi. Jakarta : Seri Buku teks
        Wiyarti, MG. Sri., Widada, Sutapa Mulya. 2007. Sosiologi. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Http//wikipedia.org/evolusi.html ( diakses pada tanggal 26 Maret 2013 Jam 18.20)









0 komentar:

Poskan Komentar